Alkisah berawal ketika waktu ujian nasional, pada pagi hari pass masuk kelas saya melihat banyak kertas berwarna kuning dan coklat, karena penasaran saya pun langsung mengambil dan membaca kertas tersebut yang ternyata  adalah sebuah borosur tentang BogorEduCARE  dan ketika saya membacanya saya semakin penasaran karena didalam brosur tersebut ada tulisan yang memberitahukan tentang pemberian beasiswa penuh, pemberian kaca mata dan makan siang secara GRATIS. Dalam hati saya merasa tidak yakin “ ahh paling awalnya doank gratis kesononya bayar hemmm”  lalu saya pun tidak memperdulikan brosur itu lagi dan memberikannya kepada teman saya. Beberapa jam kemudian setelah selesai ujian jam pertama  dan beristirahat teman saya datang menghampiri  saya yang sedang menikmati  sepiring batagor dengan membawa selembar kertas yang sudah tidak asing lagi, coba anda tebak kertas apa yang dibawanya??? yaaah benar sekali tebakan  anda. Kertas tersebut tidak lain adalah brosur yang sudah saya ceritakan barusan.

Diatas jurang , disamping kelas sekolah saya  “terlalu dramatis yah kata-katanya?” tapi memang begitulah keadaan SMAN 1 Caringin  yang letaknya diatas bukit kecil hingga terlihat tinggi menjulang dengan jejeran anak tangga menuju gedung sekolah, mirip candi Borobudur kata miss widi (salah seorang dosen yang pernah berkunjung kesana) .Diterpa angin yang semilir kami kembali membuka,membaca dan memperbincangkan  brosur itu  “kita coba daftar kesini yuk?” tanyanya kepada saya. Mendengar pertanyaan dia membuat keningku berkerut keheranan tak disangka ternyata dia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya. Disisi lain saya yang tak ada keinginan untuk kuliah dan lebih memilih untuk bekerja setelah lulus merasa bingung harus menjawab apa. Karena saya orangnya tidak banyak berkata-kata, saya jawab aja “gimana nanti aja sekarang mah kita fokus sama ujian dulu”.

Ujian nasional pun berakhir seperti tahun-tahun sebelumnya  setelah berakhirnya ujian biasanya sambil menunggu hasil ujian dan pembagian ijazah sekolah libur dan hanya sesekali datang kesekolahan untuk melengkapi administrasi dan mencari informasi.

(“Ah terlalu bertele-tele kasihan tuh yang lagi baca” )

  Ok, deh singkat cerita dia pun menanyakan kembali tentang rencana daftar  ke BogorEduCARE dan kapan mau daftarnya karena merasa tidak enak hati karena sudah berjanji kepadanya saya pun memutuskan untuk daftar di glombang ke dua tepatnya seminggu kemudian dan dia pun menyetujuinya. Kami membawa persyaratan-persyartan yang tertera dibrosur  dan ON THE WAY menuju Lokasi  kampus, sesampai disana kami mengisi formulir dan mendapat kertas jadwal ujian seleksi masuknya. Sesudah ujian masuk selesai kami pulang  dan waktu merogok saku ternyata uang kami tidak cukup untuk bayar ongkos pulang, kami pun memutuskan untuk jalan kaki dari kampus menyusuri jalan TOL sampai Ciawi , bisa dibayangkan sendirilah bagaimana capeknya. Hari itu pun tiba Saya lulus ujian seleksi masuk  tapi  teman saya namanya tidak tercantum dipapan pengumuman (fail).

Kalau bukan karena ajakan dia, saya mungkin tidak akan merasakan kuliah di BogorEduCARE yang ternyata terbukti oleh saya sendiri memang benar-benar memberikan beasiswa penuh dan tidak dipungut biaya sedikitpun dengan fasilitas yang memadai dan kampus yang nyaman bersih dan hijau.

Trimakasih sobat, kau telah membawaku ke BEC.

Ini ceritaku… apa ceritamu??