Daging sapi mengandung protein dalam jumlah tinggi yang mudah dicerna ketimbang protein yang brasal dari nabati. Daging sapi juga mengandung energy 250 kkal/100 g dan kadar lemak sekitar 4-40 persen.

Kelesterol daging jumlahnya relative lebih rendah dibandingkan dengan jeroan ataupun otaknya. Kolesterol pada daging merupakan bahan dasar pembentukan hormone steroid, yaitu progesterone, estrtogen, testosterone, dan kortisol. Zat-zat ini dibutuhkan untuk mengatur fungsi dan aktivitas biologi tubuh. Jika kadar kolesterol dalam tbuh sangat rendah maka dapat mengganggu proses menstruasi dan kesuburan.

Daging juga mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi serta vitamin seperti vitamin B komplek namun tendah kadar vitamin C bila daging dimasak menggunakan air banyak vitamin,mineral dan asam amino yang terlarut di dalam kaldu sehingga kaldu sering disebut memiliki nilai gizi yang cukup baik.