Ada dia buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah lading yang subur. Bibit yang pertama berkata. “Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakan akarku dalam-dalam ditanah ini, dan mejulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyuampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangantan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”.

Dan bibit ini tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut menanamkan akarku ke dalam bawah tanah ini, aku tak tahu apa yang nakan akau temui di bawah sana. Bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidaklah lebih baik jika aku menunggu samapai semuannya aman?”

Dan bibit itu pun menunggu dalam kesendirian.

Beberpa pecan kemudian seekor ayam mengais tanah itu menemukan bibit yang kedua tadi, dan segera memakannya tanpa sisa.